AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)

"Raihan, besok siang datanglah kerumahku. Ada paket yang harus kamu kirimkan" , suara Pak Roy dari sebrang sana melalui telfon genggamnya.


"Baik Pak. Tumben saya kirim paketnya siang-siang Pak. Kenapa nggak malam lagi Pak?", Tanya Raihan balik.


"Datang saja", jawabnya kembali.


Rara mendengar obrolan ayahnya di pinggir kolam renang. Dia sudah merasa bosan melihat ayahnya bergelut dengan 'barang haram' tersebut. Rara memberanikan diri untuk menegur ayahnya.


"Papi, apakah belum bosan kau menjalankan bisnis terlarangmu ini? Belumkah kau puas mendapatkan semua yang kau harapkan? Nyawa siapa lagi yang akan kau korbankan Pi? Apakah kau tega membiarkan Raihan masuk penjara tertangkap polisi atau mati meregang nyawa hanya karena barang haram itu? Tidakkah kau ingat bayi yang baru saja lahir beberapa minggu yang lalu yang keluar dari rumah sakit karena uang tebusanmu? Tidakkah kau iba melihatnya jika dia tidak memiliki ayah lagi? Tidakkah kau ingin kehidupan normal seperti biasa?", Rara mengiba. Air matanya menetes, merasa menyesal karena mengenalkan Raihan pada ayahnya.


"Papi berusaha nak. Papi sedang belajar, untuk bisa meninggalkan bisnis gelap itu. Semenjak Papi mengenal Raihan. Kesungguhannya bekerja demi keluarganya, berjuang dengan hasil yang tidak banyak tapi dia sanggup, dia bisa menghidupi keluarganya. Padahal selama ini dia selalu bertanya. Tapi tak menyurutkan semangatnya untuk sekedar balas budi dengan Papi. Sungguh sangat berdosa jika Papi menghasutnya lebih jauh dalam bisnis hitam ini. Cukup sekali Papi memintanya untuk mengantarkan 'barang haram' tersebut. Selebihnya adalah paket yang berisi 'kebahagiaan' untuk penerima", ujar ayahnya.


Hampir tak percaya Rara mendengar jawaban ayahnya barusan. Bagaikan disambar petir tengah hari. Apa yang dilakukan Raihan hingga ayahnya berubah sedemikian drastisnya. Apakah ini hanya janji sementara ayahnya saja?


"Papi sudah tua Ra. Papi nggak mau kamu nanti justru kehilangan juga. Kamu tinggal sendirian sekarang. Semenjak Anton meninggal, hidupmu bagaikan kehilangan semangat. Beritahu Papi jika dalam waktu dekat kau sudah menemukan calon suami lagi. Papi nggak mau kamu sendirian. Papi mau kamu bisa meneruskan usaha garmen Papi. Bersama suami mu nantinya", ayahnya menambahkan.


Ya, Roy adalah seorang pengusaha. Yang memiliki usaha sampingan sebagai pengedar 'barang haram' sejak dia mengenal pengusaha dari negara tetangga yang memiliki usaha sejenis. Anaknya? Ya, Rara sudah mengetahui bisnis ayahnya sejak dia kepergok mengintip ayahnya diruang kerja. Yuda adalah pengawal pribadi Roy sejak lama. Dan Anton, menantunya yang meninggal karena tertembak dalam transaksi besar itu juga mulai bergabung dengan usaha ayah mertuanya sejak dia akan menikahi Rara. Yuda dan Anton adalah orang kepercayaan Roy sebelum dia menemukan Raihan. Pada akhirnya kini Roy tersadar satu hal. Bahwa dia akan kembali ke jalannya yang benar. Semua karena Raihan dan keluarganya. Keluarga kecil yang istimewa itu menyadarkannya.


*****

"Yah, kamu hari ini nggak 'ngirim' paket lagi?", Tanya Citra pada suaminya.


"Nggak ada bun. Besok siang aku baru kerumah Pak Roy. Mungkin menjelang libur akhir tahun, Pak Roy mau kirim Parcel untuk klien-nya", jawab Raihan.


"Alhamdulillah ya Yah. Keuangan Kita semakin membaik setelah kamu mengenal Pak Roy. Beruntung Allah mengirimkan Pak Roy dalam keluarga Kita"


"Iya Bun. Alhamdulillah rezeki untuk kita, terutama setelah kelahiran Yana. Keberuntungan datang kepada Kita dengan cara yang tak terduga".


*****


Setelah Pak Roy meninggalkan bisnis haramnya, disisi lain bisnis garmennya semakin meningkat. Allah memang baik. Allah Maha Adil. Dia menyelamatkannya sebelum jatuh ke jurang terdalam melalui orang pilihan-Nya. Raihan. Si lelaki istimewa.


#akuistimewa #final 
#cerbung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGGS (Semua Gara Gara Sensus)!!!

SGGS 2 (Tak kenal maka tak sayang, kenalan yuuk!)