Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)

"Raihan, besok siang datanglah kerumahku. Ada paket yang harus kamu kirimkan" , suara Pak Roy dari sebrang sana melalui telfon genggamnya. "Baik Pak. Tumben saya kirim paketnya siang-siang Pak. Kenapa nggak malam lagi Pak?", Tanya Raihan balik. "Datang saja", jawabnya kembali. Rara mendengar obrolan ayahnya di pinggir kolam renang. Dia sudah merasa bosan melihat ayahnya bergelut dengan 'barang haram' tersebut. Rara memberanikan diri untuk menegur ayahnya. "Papi, apakah belum bosan kau menjalankan bisnis terlarangmu ini? Belumkah kau puas mendapatkan semua yang kau harapkan? Nyawa siapa lagi yang akan kau korbankan Pi? Apakah kau tega membiarkan Raihan masuk penjara tertangkap polisi atau mati meregang nyawa hanya karena barang haram itu? Tidakkah kau ingat bayi yang baru saja lahir beberapa minggu yang lalu yang keluar dari rumah sakit karena uang tebusanmu? Tidakkah kau iba melihatnya jika dia tidak memiliki ayah lagi...

AKU ISTIMEWA Part 6

Sebelum kau mengenalku. "Anton, hari ini kamu tahu kan ada pengiriman paket besar? Titik temu dengan penerima tersebut akan diberitahu oleh Yuda. Dia akan menemanimu ke lokasi tersebut. Hati-hati, jangan sampai lengah lagi. Ini adalah proyek besar". "Baik Pi. Barang itu akan aman malam ini. Dia akan menerimanya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Aku akan berpamitan dengan Rara dulu Pi. Nanti aku akan menyusul Yuda ke garasi", jawab Anton pada ayah mertuanya. ***** "Darl.. aku berangkat ya. Doakan pengiriman malam ini lancar. Bonus dari Papi sudah menunggu", Anton mengedipkan genit sebelah matanya kepada istrinya. "Jangan lupa. Setelah misi hari ini selesai, kita liburan ya sayang", Rara menagih janji yang diucapkan suaminya kemarin pagi. ***** Yuda sudah bersiap di dalam mobil. Rokok yang baru saja dinyalakan, belum habis separuh, dia lempar ke jalan. Sudah suntuk ternyata dia menunggu Anton lama sek...

AKU ISTIMEWA Part 5

"Pi, papi inget kan cowok yang aku ceritain beberapa minggu yang lalu. Aku udah mulai ada pendekatan ke dia. Dia tukang ojek langganan aku setiap pulang dari pasar. Beberapa hari yang lalu dia bercerita kalau dia sedang butuh uang. Istrinya melahirkan. Sedangkan anaknya masih ditahan oleh pihak rumah sakit karena mereka tidak bisa membayar tunggakannya. Sepertinya kalau kita pakai dia untuk jadi kurir papi yang baru dia bisa tuh Pi. Gimana?", ujar Rara pada Papinya.  "Siapa namanya? Dia biasa 'mangkal' dimana? Kamu udah berapa lama jadi langganannya? Nanti Papi coba cari tahu lewat Yuda". "Namanya Raihan, Pi. Istrinya adalah sahabatku di SMA. Dia 'mangkal' di depan pasar komplek ku Pi. Biasanya pagi sampai siang dia stay disana", Rara menambahkan. "Okey. Besok Papi minta Yuda untuk atur semuanya". "Okey. Beberapa hari kedepan aku juga punya rencana Pi. Akan ada paket dari aku. Tetap akan aku titip di Papi ...

AKU ISTIMEWA Part 4

Malam itu cuaca terasa lebih dingin dari biasanya karena langit sedang gerimis saat ini. Raihan mengendarai motornya menuju tempat yang tela h ditentukan. Pak Roy telah menghubunginya. Dia meminta Raihan untuk datang lagi kerumahnya. Setibanya di kediaman Pak Roy, Raihan sudah menyiapkan tanda pengenalnya. Bersiap-siap sebelum penjaga bertato memintanya lagi. "Selamat malam Pak. Saya sudah ada janji untuk bertemu dengan Pak Roy. Tadi beliau sudah sempat menelfon saya untuk datang kesini", ucap Raihan. "Selamat malam. Silahkan ditunggu. Saya akan sampaikan kepada beliau", jawabnya. ***** 5 menit berlalu, lalu penjaga tersebut keluar menemui Raihan. "Silahkan masuk. Pak Roy sudah menunggu di dalam" "Terima kasih Pak" Didahului dengan mengetuk pintu depan yang sangat besar tersebut, lalu suara orang yang dia kenal terdengar. "Pak Raihan. Selamat datang, silahkan masuk", sambut Pak Roy sambil merentangkan tangan dan ...

AKU ISTIMEWA Part 3

Tuuuut...  Tuuuut... Nada sambung dari telfon yang dia genggam berbunyi. "Hallo.." "Hallo selamat malam. Dengan Mbak Cyntia?", Tanya Raihan. "Iya. Maaf dari mana ini?"  "Saya Mbak. Kurir yang mau antar barang untuk Mbak. Saya sudah sampai di depan apartment Mbak", jawabnya. "Saya turun Mas. Tunggu dibawah aja", wanita itu menjawab. 15 menit berlalu, tapi wanita tersebut tak kunjung datang. Raihan masih menunggu. Ketika rasa bosan mulai menghampiri, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang menepuk punggungnya. "Mas, tadi yang telfon saya bukan ?" "Owh iya mbak. Ini barang titipannya ya", Raihan menjawab. "Ini sedikit tipsnya mas. Terima kasih ya", wanita menyalami Raihan dengan beberapa lembar uang berwarna biru. "Waaah banyak nih kayaknya. Lumayan lah buat besok ajak pulang anak", gumamnya dalam hati. Waktu menunjukkan pukul 02.15 WIB. Bukan wakt...

AKU ISTIMEWA Part 2

Ayah bingung harus mencari uang pinjaman kemana lagi untuk bisa membawa buah hatinya keluar dari rumah sakit. Bunda pun lebih bingung dan tak tahu harus berbuat apa lagi karena anaknya di tahan oleh pihak rumah sakit. Mana mungkin rumah sakit bertindak sedemikian teganya kepada ibu baru ini. Orang tuaku adalah sama-sama merantau dari daerah ke Jakarta. Begitupula saudara-saudara ayah dan bunda yang sudah sibuk dengan kehidupan keluarganya masing-masing. Ayah menghubungi beberapa rekan yang dia kenal. Dia mencoba menawarkan surat kendaraannya sebagai jaminan untuk bisa mendapatkan uang pinjaman. Beberapa daftar nama dalam telfon genggamnya tak ada hasil. Hampir semuanya yang dia hubungi menolak atau beralasan tidak memiliki uang cadangan. Biaya yang tidak sedikit memang. Selama ini ayah dan bunda tidak memiliki tabungan karena uang hasil ayah mengojek sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Tiga hari setelah kelahiranku, bunda hanya datang sendiri. Tanpa ayah. Ayah masih menco...

AKU ISTIMEWA Part 1

Aku tidak bisa memilih untuk terlahir dari keluarga yang mana. Yang ku tahu, Allah Maha Adil. Dia sudah mengatur segalanya. Ketika mungkin  orang tuaku merasa kesulitan, orang-orang menyebut kelahiranku adalah sebuah rezeki dan anugerah terbesar dalam hidup mereka. Pada suatu hari, ketika bunda sedang mempersiapkan perlengkapan dan semua kebutuhan kelahiranku di kamarnya, dia merasakan ada air yang mengalir. Padahal dia tidak sedang ingin buang air. Ya, cairan ketuban bunda keluar. Dan sesekali bunda merasakan kontraksi yang amat sangat menyakitkan. "Yah, ketubannya keluar nih Yah.. Yah... Tolongin bunda dong Yah..", bunda berteriak dari dalam kamar. Bunda tidak bergeser dari posisinya semula. Takut terpeleset. Dengan santainya sambil bersiul, suaminya hanya menyahut dari teras rumah "iya, sebentar bun. Tangan aku penuh busa nih. Duh, mana motor belum selesai semua aku cuci. Baru bagian bawahnya aja kan. Tunggu sebentar", itu jawaban santai suaminya. Sambil ...

Baiknya kau hadir atau pergi dari hidupku?

Aku pernah lupa. Kehadiranmu... Lalu mengingatkan. Dan kepergianmu... Kembali ingin kembali ku lupakan.  Aku pernah bahagia. Kehadiranmu... Lalu aku semakin bahagia. Dan kepergianmu... Kembali ku merasa sedih. Aku pernah berjalan. Kehadiranmu... Lalu membuatku berlari. Dan kepergianmu... Kembali ku terjatuh. Aku pernah mencintai. Kehadiranmu... Lalu membuatku semakin mencintai. Dan kepergianmu... Kembali ingin ku membenci. Aku pernah tertatih. Kehadiranmu... Lalu menyemangatkanku. Dan kepergianmu.... Kembali aku terpuruk. Aku pernah berpikir. Kehadiranmu... Lalu memberikanku banyak arti. Dan kepergianmu... Kembali ingin ku bakar semua dalam kenangan. Entahlah.. Logika sedang tak berguna saat ini. Ingin rasanya membenci. Ingin rasanya bangkit. Ingin rasanya berkata bahwa "aku berhak bahagia tanpamu". Ingin rasanya kau lenyap dari piki...

MENGENANGMU

Lagu dari Lady Gaga & Bradley Cooper diputar berulang-ulang entah sudah berapa kali... Wish I could, I could've said goodbye I would've said what I wanted to Maybe even cried for you If I knew it would be the last time I would've broke my heart in two Tryin' to save a part of you Don't wanna feel another touch Don't wanna start another fire Don't wanna know another kiss No other name falling off my lips Don't wanna give my heart away To another stranger Or let another day begin Won't even let the sunlight in No, I'll never love again Tania menyanyikannya sambil terisak. Ku kenang kau dalam diamku.  Ku mencintaimu dalam doaku.  Seluas pintaku untuk keselamatanmu. Sebanyak harapku untuk mengenangmu. Aku mencintaimu,  Itu sebabnya aku tak pernah selesai Mendoakan Keselamatanmu Terima kasih telah mengajarkanku tentang kuat Tentang berani melangkah meskipun sendiri Tentang mengerti jika cinta ti...