AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)
"Raihan, besok siang datanglah kerumahku. Ada paket yang harus kamu kirimkan" , suara Pak Roy dari sebrang sana melalui telfon genggamnya. "Baik Pak. Tumben saya kirim paketnya siang-siang Pak. Kenapa nggak malam lagi Pak?", Tanya Raihan balik. "Datang saja", jawabnya kembali. Rara mendengar obrolan ayahnya di pinggir kolam renang. Dia sudah merasa bosan melihat ayahnya bergelut dengan 'barang haram' tersebut. Rara memberanikan diri untuk menegur ayahnya. "Papi, apakah belum bosan kau menjalankan bisnis terlarangmu ini? Belumkah kau puas mendapatkan semua yang kau harapkan? Nyawa siapa lagi yang akan kau korbankan Pi? Apakah kau tega membiarkan Raihan masuk penjara tertangkap polisi atau mati meregang nyawa hanya karena barang haram itu? Tidakkah kau ingat bayi yang baru saja lahir beberapa minggu yang lalu yang keluar dari rumah sakit karena uang tebusanmu? Tidakkah kau iba melihatnya jika dia tidak memiliki ayah lagi...