MENGENANGMU
Lagu dari Lady Gaga & Bradley Cooper diputar berulang-ulang entah sudah berapa kali...
Wish I could, I could've said goodbye
I would've said what I wanted to
Maybe even cried for you
If I knew it would be the last time
I would've broke my heart in two
Tryin' to save a part of you
Don't wanna feel another touch
Don't wanna start another fire
Don't wanna know another kiss
No other name falling off my lips
Don't wanna give my heart away
To another stranger
Or let another day begin
Won't even let the sunlight in
No, I'll never love again
Tania menyanyikannya sambil terisak.
Ku kenang kau dalam diamku.
Ku mencintaimu dalam doaku.
Seluas pintaku untuk keselamatanmu.
Sebanyak harapku untuk mengenangmu.
Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku tak pernah selesai
Mendoakan
Keselamatanmu
Terima kasih telah mengajarkanku tentang kuat
Tentang berani melangkah meskipun sendiri
Tentang mengerti jika cinta tidak harus selalu memiliki
Tentang keikhlasan hati walau apapun yang terjadi
Mimpimu tentang kita
Seperti foto lama yang semakin hari semakin mengabur,
Lalu meninggalkan bingkai kosong
Benarkah ?
Dulu, segala sesuatu tampak indah.
Sama sekali aku tidak pernah berpikir bahwa kita akhirnya harus berpisah.
Sulit untuk dipercaya, tetapi itulah yang terjadi.
Jika saja hal itu sederhana, mungkin tidak akan begitu menyedihkan,
Hingga mengalir melalui pembuluh darahku.
Aku tahu bukan ini yang kita harapkan
Ini bukan hal yang baik untuk merasakan sebuah perpisahan,
tetapi sekarang bagaimana caranya kita akan tetap baik-baik saja setelah itu.
Menerimanya dengan ikhlas, akan menjadi lebih penting untuk semuanya.
Dahulu, juga seperti ini, bukan?
Langkah kita mengerti arahnya sendiri-sendiri
Ingin sekali rasanya Tania ikhlas melepaskan Tommy. Tapi?
"Kenapa kamu menghindari aku? Apa benar-benar udah ga mau kenal aku lagi? 1 hal yang perlu kamu tau Tom. Aku benar-benar ga bisa lupain kamu. Maaf kalau aku udah terlanjur menghadirkan lagi perasaanku yang dulu. Nyatanya emang begitu. Sayangnya aku ya begini adanya. Kamu kasih aku harapan, kamu kasih aku perhatian, tapi sekarang kamu yang pergi ngejauh Tom. Maaf kalau aku masih mencari kamu", Tania masih saja meng-iba.
Tania tak pernah berharap banyak ketika Tommy memilih untuk pergi. Tommy hanya pamit dan berkata : "Ada beberapa hal yang ga bisa aku jelasin ke kamu. Ini semua salah aku. Aku baru sadar setelah semuanya terjadi. Maafkan aku. Maafkan atas segala kesalahan yang aku perbuat. Bukan kamu yang salah. Kamu hanya korban. Seharusnya kita masih bisa bertemu dan berteman baik. Tetapi, aku hanya takut jika semakin sering kita bertemu, justru akan semakin banyak orang yang tersakiti, membuat kita ga akan peduli lagi dengan orang lain. Kamu harus kembali Tan. Kamu punya Steve. Aku juga punya Jasmin. Ga mungkin juga kan kamu tinggalin Steve demi "Kita" , bantah Tommy.
"Kenapa? Kasih aku kepastian! Kasih aku penjelasan! Kasih aku alasan Tom. Biar aku benar-benar ikhlas melepas kamu Tom! Aku terlanjur sayang Tom! Kamu tau kan perasaan aku? Sesak Tom. Aku ga tau harus gimana lagi? Kasih aku alasan untuk melupakan, menjauh atau kalau perlu untuk membenci kamu", seakan tidak percaya apa yang Tommy katakan barusan.
"Maafin Tommy ya Tan. Ini semua salah Tommy. Tommy cuma takut perasaan ini semakin dalam".
=======
Steve, sosok yang terlupakan dalam hidup Tania.
Sedangkan Tommy, seseorang dari masa lalu yang kembali lagi menghadirkan kenangan.
Tania harus kembali kepada Steve. Dan Tommy harus kembali kepada Jasmin. Karena Tommy dan Tania kini hanya kenangan masa lalu, yang tak akan mungkin menjadi masa depan .
Sedangkan Tommy, seseorang dari masa lalu yang kembali lagi menghadirkan kenangan.
Tania harus kembali kepada Steve. Dan Tommy harus kembali kepada Jasmin. Karena Tommy dan Tania kini hanya kenangan masa lalu, yang tak akan mungkin menjadi masa depan .
=======
Aku menerimanya Tom. Kini aku akan ikhlas. Seluas ikhlasku untuk melepaskanmu. Kini ku tak akan lagi berharap. Terima kasih karena kata-kata terakhirmu melegakan aku. Dan biarkan aku menata lagi hatiku yang sudah menjadi kepingan kecil, hancur tak berbentuk lagi.
Sangat disayangkan, 4 bulan kita bersama, tak satupun kita memiliki foto bersama. Tapi setidaknya, aku masih bisa memandang senyummu lewat foto yang masih tersimpan di albumku. Masih bisa ku lihat senyum dan rupamu dari kejauhan.
Peron stasiun itu tak pernah sama lagi kini Tom.
Tak pernah ada gurau canda tawa darimu lagi.
Kereta itu tak pernah sama juga.
Meskipun lengang, tetapi tetap terasa sesak .
Dan teater bioskop itu mungkin menjadi salah satu tempat yang ku benci.
Terima kasih atas kenangan singkat yang kau beri Tom.
Sekarang, aku pamit.
Semoga kita bertemu lagi di lain waktu.
-Alista-
Komentar
Posting Komentar