Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

DRAMA TANIA

"Aku rindu pelukanmu Tom.." "Aku rindu akan hadirmu.." "Aku rindu perbincangan kita di dalam kereta.." "Aku rindu senyuman dan tatapanmu padaku.." Ternyata rindu itu menyakitkan.  Inikah  rasanya merindukan orang lain yang bukan milikmu? Apakah Tommy merindukanku?  Pasti tidak. Dia sedang bersama Jasmin kini. Tidak mungkin Tania menghubunginya.  Apakah pertemuan dipantai itu hanya untuk melegakan hatiku untuk terakhir kalinya kami bertemu?  Entahlah Tom. Aku bagaikan kehilangan arah tujuan. Tak tahu harus kemana aku mencarimu.  Apakah kabarmu baik-baik saja kini?  Hubungan antara Tommy dan Jasmin semakin membaik. Tak pernah ada kabar berita lagi dari Tommy ataupun keluh kesahnya tentang Jasmin. Berarti Tania dapat menyimpulkan. Cepat atau lambat Tommy akan benar-benar menghilang. Tapi Tania belum siap. Bagaimana harus mengakhiri ini semua tanpa pamit sama sekali.  Tania memberanikan diri.  Typing.....

DEKAT ATAU PUN JAUH, KAU TAK TERJANGKAU...

Karena justru ada beberapa hal, yang lebih baik bila dilupakan. Bukan semata karena keterbatasan ingatan, Melainkan lebih sebagai menjauhkan diri dari sumber kegalauan. "Tan, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Kamu mau kan? Besok kamu pulang kerja jam berapa? Kita pergi dulu ya..", ajak Tommy. "Mau kemana Tom?", aneh. Ya, tiba-tiba dia datang lagi setelah satu minggu tidak ada kabar. Hanya untuk mengajak Tania pergi entah kemana. "Udah gede ini. Kemana kek. Pokoknya ikut aja ya. Nanti juga tau. Okey", jawab Tommy. ======= Sore itu Tania masih menunggu jam kepulangannya. Ingin tahu seberapa besar janji Tommy yang mengajaknya bertemu. Apakah benar dia ingin bertemu. Sengaja dia menunggunya dalam diam. Tak ingin berharap. Tapi cukup menunggu. "Tan, udah dimana?  Aku tunggu di stasiun biasa ya.  Nanti kamu turun aja.  Aku tunggu di dekat Roti O" Ternyata tepat. Sesuai dengan pembicaraan kemarin. "Aku ba...

LANGIT MENDUNG

Hari yang ditunggu oleh Tania meskipun rasanya tak ingin menunggu.  Jika boleh memilih, dia ingin tidur seharian agar bisa melewati hari ini.  Tania sudah berjanji pada dirinya sendiri. Bahwa dia akan ke rumah sakit. Ya, dia harus memeriksakan penyakitnya. Sebelum semuanya terlambat. Kenapa sudah lama tidak pernah kambuh, tiba-tiba muncul kembali. Dia hanya penasaran. Typing.. "Tom, maaf sore nanti kita ga bisa pulang bareng. Kamu sendiri dulu ya. Send.. Tania langsung mendapatkan respon cepat dari Tommy. "Kenapa emang Tan?", Tanya Tommy. "Ga apa-apa kok. Aku cuma lagi ada urusan aja" "Mau kemana?" Tak mungkin Tania berbohong untuk yang satu ini. Tapi tidak tentang penyakitnya. "Mau ke rumah sakit Tom". "Owh, kamu ga sakit kan Tan?" "Gak kok Tom. Cuma mau kontrol". "Okey" ============= "Saat ini memang belum parah Mba. Tapi suatu saat nanti, ...

AKU SAKIT TOM....

"Tom, kayaknya trailer film yang tadi bagus ya? Kapan-kapan kita nonton lagi mau ga?", Ajak Tania. "Boleh. Kita atur waktu lagi ya. Yang jelas, tunggu aku gajian dulu aja. Hehe". Karena satu dan beberapa hal lainnya, Tommy mengajukan perubahan jadwal shift kepada supervisor-nya. Biasanya, dalam seminggu dia pasti mendapatkan jatah shift pagi, siang dan malam. Namun tidak kali ini. Semenjak supervisor-nya menyetujui permohonan perubahan jadwalnya, Tommy akan selalu masuk pagi mulai sekarang sampai waktu yang tidak ditentukan. "Tom, gimana pengajuanmu? Udah di ACC belum?", Setiap hari Tania menanyakan perkembangan pengajuan Tommy. Penasaran. Berharap permohonannya dikabulkan kali itu. "Udah Tan. Per hari ini, aku mulai masuk pagi ya", jawab Tommy. Yeeaaay! Sebuah angin segar untuk Tania. Setidaknya dia berpikir, bahwa dia akan semakin sering bertemu dengan Tommy. Tania hanya perlu menyesuaikan jam pulangnya saja. Malam itu, tanpa dis...

JASMIN

Sampai pada saat ini, penulis belum pernah memperkenalkan sosok lain dalam ceritanya. Yaaa, karena kurang lebih cerita ini memang khusus hanya untuk Tommy dan Tania . Tapi bukankah hal tersebut sangat egois? Setidaknya, ada orang lain dalam kehidupan mereka berdua. Mari ku perkenalkan satu kepada kalian. Jasmin..  Seorang wanita berparas cantik, berkulit putih, santun dalam bertutur kata. Mungkin dia paling sempurna dari wanita lainnya. Apakah Tania mengenalnya?  Tidak. Dia hanya mengetahui sedikit cerita tentang wanita itu. Apakah Tommy mengenalnya?  Ya. Sangat. Lebih dari itu, Tommy sangat memuja & mencintainya. Lantas Tania? Siapakah Tania bagi Tommy? Entahlah.. Batin Tania berbisik. Mencoba membangunkan lamunan Tania.  Membangunkannya dari alam bawah sadarnya.  Tahukah kau Tania, kau sudah menaburkan garam diatas lukamu. Jauh sebelum kau menghadirkan Tommy dalam kehidupanmu lagi,  Jasmin sudah lebih dulu memili...

00.45.00

Hari yang sangat melelahkan bagi Tommy. Shift pagi yang berlanjut lembur untuk menyelesaikan stock list barang-barang inventaris. Hal tersebut rutin dikerjakan oleh Tommy diakhir bulan.  Sudah tugasnya. Dan Tania tahu akan hal itu. "Pasti sangat melelahkan bagi Tommy. Kasihan dia.  Makanya sampai-sampai hari ini dia ga ada kabar juga.  Di Facebook belum muncul, di WhatsApp juga belum ada.  Pasti masih sibuk", celetuk Tania. Setidaknya raut wajah yang terpancar setiap kali mereka pulang bersama, yang dinikmati oleh Tania adalah wajah lelah dari seorang Tommy. Waktu menunjukkan pukul 22.30, handphone Tania berbunyi, "pulaaaaaaaang".   Senyuman terukir di bibir Tania. "Iya Tom. Kamu hati-hati dijalan ya. Jangan sampai ketiduran juga ya di kereta. Nanti kalau udah sampai dirumah, jangan lupa makan ya. Bikin teh manis hangat juga. Biar agak enakan perutnya", Tania hampir mengenali sosok Tommy kembali . Lelaki itu hampir sama dengan...

NEXT SCHEDULE

Entah apa yang membuat Tania betah berlama-lama bersama dengan Tommy. Kejadian berulang seperti beberapa minggu yang lalu, masih berlangsung sampai saat ini (saat semuanya masih baik-baik saja). Tania menaiki kereta ke arah berlawanan dari rumahnya. Dia menjemput Tommy di tempat biasa. Kali ini, ada sesuatu yang dijanjikan oleh Tania. Dia membawa sesuatu, karena siang tadi Tommy sempat mengeluh bahwa dia tidak sempat makan siang dikarenakan pekerjaan kantornya  yang sangat sibuk sekali. "Tom, aku bawain kamu sesuatu ya nanti", kata Tania. Beberapa waktu berselang. Tommy sudah bersiap di Peron stasiun tempatnya menunggu. "Nih, aku bukain ya. Aku suapin. Mau?", Lanjut Tania. "Apa tuh?", Jawab Tommy. "Mangga harum manis. Udah aku potongin. Kamu tinggal makan aja. Tadi katanya laper , ga sempat makan siang. Nih.. aaaaa...", Tania berusaha menyuapi Tommy potongan mangga yang sudah di bawanya sambil memperagakan orang yang...

SEPASANG EARPHONE

"Tan, aku udah di stasiun ya. Lagi tunggu kereta nih. Trus earphone aku ketinggalan. Sebel, bete deh", pesan singkat yang dikirim Tommy pagi itu membangunkan tidur nyenyak Tania. "Lho, kok bisa Tom? Kemarin di keluarin dari tas kerja ya? Makanya, besok-besok kalau emang udah selesai kamu pakai, jangan di keluarin dari tas. Simpen lagi. Ga apa sehari ini ga usah pakai earphone dulu ya", olahraga jari Tania pagi ini sudah menasehati Tommy. "Ngga ah. Nanti aku mau beli aja", sahut Tommy. "Serius? Aku nitip deh. Punya aku juga udah putus kabelnya. Aku nitip satu ya. Nanti sore kalau Kita ketemu, aku ganti uangnya 😄😊", seru Tania. "Okey deh. Aku lanjut sarapan dulu ya Tan, sampai ketemu nanti sore", pamit Tommy. "Bye" Tania mengakhiri percakapan mereka. Tommy, lelaki bertubuh kekar, potongan rambut yang hampir tidak pernah lebih dari 2cm, bergaya spike (masih sama seperti 13 tahun yang lalu, tak pernah...

C4 & C5

Kamis , 4 oktober 2018 .  Itu adalah hari dimana Tania & Tommy akan bertemu.  Setelah pertemuan sebelumnya, selalu gagal karena satu dan lain hal.  Jam 1 siang itu, Tania sudah bersiap di sebuah restoran siap saji sambil menunggu kedatangan Tommy.  1 gelas ice coffee sudah masuk ke dalam lambung Tania.  Kabar kurang menyenangkan diterima.  Siang itu kemungkinan mereka akan gagal lagi bertemu.  Apa yang mereka rencanakan akan gagal kesekian kalinya.  "Tan, aku sampai sekarang belum bisa pulang kerja nih.  Masih banyak kerjaannya. Gimana dong?",  isi pesan singkat yang dikirim oleh Tommy.  Terbesit sedikit kekecewaan dalam hati Tania.  Karena akhirnya apa yang sudah diharapkan olehnya akan gagal kini.  "Ya udah ga apa-apa Tom. Next time kita atur waktu lagi aja ya. Tunggu kamu ga sibuk aja".  Tania meng-iyakan, namun dia kecewa.  "Kalau agak sorean gimana Tan? Ya y...

GAYUNG BERSAMBUT

Hari demi hari berlalu. Komunikasi antara Tommy Dan Tania semakin intens, meskipun hanya melalui pesan singkat. Tiada celah seharipun untuk sekedar menanyakan atau memberi kabar . "Berangkaaaat" setiap Tommy ingin berangkat kerja , pasti Tania menerima pesan yang isinya hanya menyatakan bahwa dia akan berangkat kerja. Begitu pula saat Tommy ingin pulang kerja. "Pulaaaaaaaang". Tak jarang mereka berdua saling menyemangati satu sama lain dalam berbagai macam hal. Pertemuan untuk kesekian kalinya pun agak sulit mereka lakukan, karena terbentur jadwal kerja Tommy yang tidak sama dengan Tania. Tommy terbentur oleh shift. "Kapan Kita bisa ketemu lagi? Kamu hitung jadwal aku ya" , seru Tommy pada Tania. "Iya. Nanti aku hitungin dan buatin jadwalnya yaa", Tania menjawab melalui aplikasi pesan singkat itu. Setelah jadwal siap dibuat oleh Tania, dia melaporkannya kepada Tommy. "Tom, liat deh. Aku kurang kerjaan banget ga sih?...