LANGIT MENDUNG

Hari yang ditunggu oleh Tania meskipun rasanya tak ingin menunggu. 
Jika boleh memilih, dia ingin tidur seharian agar bisa melewati hari ini. 

Tania sudah berjanji pada dirinya sendiri. Bahwa dia akan ke rumah sakit. Ya, dia harus memeriksakan penyakitnya. Sebelum semuanya terlambat. Kenapa sudah lama tidak pernah kambuh, tiba-tiba muncul kembali. Dia hanya penasaran.


Typing..

"Tom, maaf sore nanti kita ga bisa pulang bareng. Kamu sendiri dulu ya.

Send..

Tania langsung mendapatkan respon cepat dari Tommy.

"Kenapa emang Tan?", Tanya Tommy.

"Ga apa-apa kok. Aku cuma lagi ada urusan aja"

"Mau kemana?"

Tak mungkin Tania berbohong untuk yang satu ini. Tapi tidak tentang penyakitnya.

"Mau ke rumah sakit Tom".

"Owh, kamu ga sakit kan Tan?"

"Gak kok Tom. Cuma mau kontrol".

"Okey"

=============

"Saat ini memang belum parah Mba. Tapi suatu saat nanti, pasti akan kambuh lagi. Saran saya, lebih cepat lebih baik. Kabari saya jika memang sudah pasti ingin tindakan lebih lanjut. Nanti saya buatkan surat rekomendasi untuk jadwal operasinya", Dokter Firza sudah menyarankan yang terbaik.

Tania limbung seketika. 
Kakinya lemah, seperti kehilangan tulang-tulangnya. 
Tak mampu berdiri tegak, hanya bisa bersandar pada dinding ruang periksa. 
Suara Dokter Firza masih terngiang. 
Membayangkan ruang operasi dengan sederet pisau bedah, membuatnya semakin lemas.



"Haruskah ku katakan? Apakah mungkin? 
Rasanya tidak. 
Pasti dia akan menjauh". 
Aku pasti bisa menahannya.

======


Seperti biasa, layar handphone-nya yang biasanya dia penuhi dengan percakapan dengan Tommy, sepi tak berbunyi sejak beberapa hari yang lalu.

"Hari semakin hampa Tom . Sudah tiga hari ini semenjak komunikasi terakhir kita saat aku ingin ke rumah sakit, tapi sampai sekarang kau juga tak ada kabar. Sama sekali tak pernah bertanya bagaimana keadaanku. Memang, mungkin aku bukan seseorang yang berarti untukmu, maka dari itu aku tak pantas kau tanya", gumam Tania dalam hati.

Ini adalah Selasa. Hari libur Tommy. 
Biasanya pagi ini dia masih terlelap, menikmati hari liburnya. 
Tak perlu ku ganggu dia sepagi ini. 

Owh tidak. 

Salah. 

Akan ku ralat kembali. 
Tak perlu ku ganggu dia lagi. 
Untuk apa Tan? 
Bukankah kau hanya awak asing diantara perahu mereka.



Tidak untuk kali ini. 
Tania tidak lagi mau memulainya. 
Dia diam. 
Berusaha untuk tidak menghubungi Tommy.
Biarkan aku yang mundur Tom.


Biasanya, tak pernah pernah Tania mengganti foto di semua sosial media, berbeda sekarang. Tania mengubahnya. 
Semuanya. 
Tidak terlewat satupun. Kali ini, dia hanya ingin sedikit dikenang oleh orang yang dia kenal.


Inilah hari disaat dia harus mengambil keputusan terberat untuk semua kisahnya.

"Tom, aku rindu..."
"Aku butuh kamu.."
"Aku lemah Tom.."


"Biasanya, ku pandangi langit untuk melihat seberapa cerah hari-hariku. Tidak untuk sekarang, aku melihat langit mulai mendung, gelap, semoga tidak dengan hari-hariku".

"Tuhan, kuatkan aku..."


-Alista-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGGS (Semua Gara Gara Sensus)!!!

SGGS 2 (Tak kenal maka tak sayang, kenalan yuuk!)

AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)