AKU SAKIT TOM....

"Tom, kayaknya trailer film yang tadi bagus ya? Kapan-kapan kita nonton lagi mau ga?", Ajak Tania.

"Boleh. Kita atur waktu lagi ya. Yang jelas, tunggu aku gajian dulu aja. Hehe".


Karena satu dan beberapa hal lainnya, Tommy mengajukan perubahan jadwal shift kepada supervisor-nya. Biasanya, dalam seminggu dia pasti mendapatkan jatah shift pagi, siang dan malam. Namun tidak kali ini. Semenjak supervisor-nya menyetujui permohonan perubahan jadwalnya, Tommy akan selalu masuk pagi mulai sekarang sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Tom, gimana pengajuanmu? Udah di ACC belum?", Setiap hari Tania menanyakan perkembangan pengajuan Tommy. Penasaran. Berharap permohonannya dikabulkan kali itu.

"Udah Tan. Per hari ini, aku mulai masuk pagi ya", jawab Tommy.

Yeeaaay!
Sebuah angin segar untuk Tania. Setidaknya dia berpikir, bahwa dia akan semakin sering bertemu dengan Tommy. Tania hanya perlu menyesuaikan jam pulangnya saja.


Malam itu, tanpa disangka, Tommy mengrimkan pesan pada Tania.

"Tan, kamu mau nggak mengubah aku dan kamu menjadi kita?" 


Pertanyaan Tommy membuat Tania kaget setengah mati. Apa yang sedang dipikirkan Tommy saat ini? Mana mungkin dia mengajukan pertanyaan yang pasti jawabannya dia sudah ketahui. Karena Tommy dan Tania sama-sama sudah tahu seperti apa hubungan mereka. 
Apakah Tommy akan meninggalkan Jasmin begitu saja bagaikan pecundang yang tak mampu menaikkan layar sebelum mereka berlayar bersama? Tidak tentunya. 
Dan Tania juga tidak mau merebut kemudi kapal tersebut. Dia sadar, dia hanya awak asing yang dibantu oleh Tommy, agar tak tenggelam ditelan ombak. 


"Tom, kamu ngomong apa sih! Mana mungkin! Ga akan bisa Tom. Jasmin. Bagaimana hubungan kamu dengan dia? Kenapa aku?", Tania bingung. Dia tak tahu harus menjawab apa. Dia juga ragu dengan perasaannya. 


Apa yang sedang terjadi dengan hubungan Tommy dan Jasmin? Dia berusaha keras berpikir. Tapi, jawabannya tak pernah pasti.


"Kamu kenapa sih Tom? Jasmin kenapa? 
Kalian lagi ada masalah?", tanya Tania penasaran pada Tommy. 


"Andaikan kamu Tan. Andaikan kamu yang aku kenalkan pada mama. Pasti mama akan senang sekali saat ini", jawab Tommy. 

"Sabar Tom. Aku yakin, kamu pasti bisa mengajarkan Jasmin untuk bisa bersikap lebih baik. Dan aku yakin, hubunganmu dengan Jasmin akan baik-baik saja. Aku mendukungmu untuk memperbaiki hubunganmu dengannya. Anggaplah aku sahabat yang selalu ada untukmu (dia ragu untuk mengucap sahabat). Aku selalu ada dibelakangmu Tom. Mendukungmu sepenuhnya, sampai kau sukses. Ingat itu. Sampai kau jadi menikah dengan Jasmin", jawab Tania getir. 

Sejujurnya dia menjawab itu dengan perasaan yang sangat tidak menentu, 
perih, 
menyakitkan. 
Kenapa bukan Tania saja yang menggantikan Jasmin. 
Rasanya mustahil. Hah, apakah Tania sudah mulai gila.


"Benar ya Tan, kamu ga akan kemana-mana. Janji sama aku. Jangan pernah pergi lagi", Tommy memohon. 

"Iya Tom. Aku akan ada untukmu", jawab Tania. 


Janji mereka terucap, tanpa pernah berpikir apa yang akan terjadi didepan nanti. 
Tania ragu dengan kata-katanya. 


Seketika pula, Tania merasakan sesak dalam dada. 
Sudah lama dia tak pernah merasakan sakit yang sama. 
Kenapa tiba-tiba rasa sakit ini datang lagi? 
Kenapa sakitnya muncul disaat yang tidak tepat. 



Lusa, Tania harus memeriksakan kembali penyakitnya yang sudah lama dia diamkan. 

Dan tak mungkin dia bicarakan hal ini pada Tommy. 

Apa yang ada dipikiran lelaki itu jika mengetahui Tania sakit. 

Mungkin lelaki itu akan lebih cepat pergi meninggalkannya, sedangkan Tania saat ini masih membutuhkannya. 

Malam ini, sambil bersenandung, Tania menaiki kasurnya : 


Tuhan bila masih ku diberi kesempatan
Ijinkan aku untuk mencintanya
Namun bila waktu ku telah habis dengannya
Biar cinta hidup sekali ini saja... 


"Tuhan, ijinkan aku merasakan bahagia walau hanya sebentar dengan Tommy", 

adalah doa penutup Tania malam itu.  Berharap semoga Tuhan mengabulkan do'anya. 




-Alista-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGGS (Semua Gara Gara Sensus)!!!

SGGS 2 (Tak kenal maka tak sayang, kenalan yuuk!)

AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)