JASMIN
Sampai pada saat ini, penulis belum pernah memperkenalkan sosok lain dalam ceritanya. Yaaa, karena kurang lebih cerita ini memang khusus hanya untuk Tommy dan Tania . Tapi bukankah hal tersebut sangat egois? Setidaknya, ada orang lain dalam kehidupan mereka berdua. Mari ku perkenalkan satu kepada kalian.
Jasmin..
Seorang wanita berparas cantik, berkulit putih, santun dalam bertutur kata. Mungkin dia paling sempurna dari wanita lainnya.
Apakah Tania mengenalnya?
Tidak. Dia hanya mengetahui sedikit cerita tentang wanita itu.
Apakah Tommy mengenalnya?
Ya. Sangat. Lebih dari itu, Tommy sangat memuja & mencintainya. Lantas Tania? Siapakah Tania bagi Tommy? Entahlah..
Batin Tania berbisik. Mencoba membangunkan lamunan Tania.
Membangunkannya dari alam bawah sadarnya.
Tahukah kau Tania, kau sudah menaburkan garam diatas lukamu.
Jauh sebelum kau menghadirkan Tommy dalam kehidupanmu lagi,
Jasmin sudah lebih dulu memiliki hati lelaki tersebut.
Dan bodohnya, kau sadar dengan hal tersebut.
Namun, semuanya sudah terlanjur. Tania tidak bisa lagi menghindarinya.
Tania terpaksa membenamkan dirinya kedalam jurang terdalam.
Dia memilih untuk bisa tetap bahagia dibalik duri tajam yang sewaktu-waktu akan menusuknya.
Jasmin, adalah sosok yang sangat disayangi oleh Tommy. Hubungan mereka bukan sekedar teman biasa. Mereka sudah menjalin hubungan istimewa itu lebih dari 2 tahun terakhir. Sangat baik. Setidaknya sampai saat Tommy tidak menegur Tania pada beberapa minggu terakhir.
Panggilannya pada Tania dulu, seperti membangkitkan memorinya kembali pada saat mereka dulu menjalin cinta monyet. Tapi, Tommy & Tania terlarut dalam nostalgia tersebut. Membawanya kedalam perasaan terdalam. Membuatnya lupa bahwa ada hati yang harus mereka jaga. Membuatnya lupa bahwa ada seseorang yang terlupakan.
Tommy dan Tania, tidak berkomitmen. Mereka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya, mengalir seperti air yang entah kemana akan bermuara. Dan karena mereka sadar, tidak mungkin untuk berkomitmen.
"Tan, maaf ya. Kita ga bisa nonton hari ini. Aku lagi off. Dan kebetulan hari ini Jasmin minta di jemput pulang kerja", isi pesan singkat yang dikirimkan oleh Tommy pagi tadi.
Itulah yang membuat Tania kehilangan semangat beberapa hari ini. Dia tak lagi berjumpa dengan Tommy sejak mereka merencakan untuk nonton film. Jangankan bertemu, kabar dari lelaki tersebut juga sudah mulai jarang di dapatnya.
"Mungkin Tommy sedang sibuk", gumam Tania. Dia menguatkan dirinya sendiri. Tapi, meskipun Tommy sibuk, setidaknya bisa menyempatkan untuk menyapa Tania melalui pesan singkatnya kan?
Tania semakin gundah, ketika melihat Tommy sedang online di WhatsApp, tapi tak juga menegurnya, begitu juga di Facebook.
Hah, sudahlah. Mungkin Ada kesalahan Tania yang tak termaafkan, sehingga membuat Tommy kesal padanya. Ataukah perhatian Tania terlalu berlebihan sehingga membuat Tommy jengah dan menjauh darinya?
2 hari berlalu..
Tania masih terasa hampa.
Typing...
"Tom, kamu kemana aja sih? Berapa hari ini ga pernah ada kabar?"
Send/no...
Delete...
Typing...
"Tom, kamu marah sama aku ya?"
Send/no...
Delete...
Typing...
"Tom, kamu apa kabar? Semoga sehat selalu ya.."
Send/no...
Delete...
Berulang kali Tania mencoba mengetik pesan singkat kepada Tommy. Hanya mampu dipikirkan, selanjutnya, pesan itu dihapus. Tak pernah dia sampaikan, tak lagi berlanjut. Dia terlalu gengsi untuk menyatakan rindu pada Tommy.
"Aaaarghhhh... Bisa kan Tan, lo hapus sedikit gengsi lo sama Tommy. Bisa kan lo yang tegor dia duluan" , gumamnya dalam hati.
Akhirnya Tania menyerah...
Typing...
"Tom, aku Ada salah? Kenapa kamu menghindari aku? "
Send...
10 menit, 15 menit, 20 menit berlalu .
Di menit ke 24 handphone-nya berbunyi.
"Hai Tan. Apa kabar? Ga kok. Aku ga menghindar. Perasaan kamu aja Kali", jawab Tommy santai.
"Itu buktinya, kamu selalu online.
Tapi kamu ga pernah WhatsApp aku duluan.
Di facebook juga begitu. Sebel tau! Aku kangen!
Kamu nya ga pernah ada kabar.
Biasanya tiap mau berangkat atau pulang kerja, pasti kamu kabarin aku.
Sekarang, kalau aku ga tegor kamu duluan, kamu ga jawab" ,
Tania memberondong Tommy dengan segudang kekesalannya.
"Iya maaf. Sore ini kamu pulang jam berapa?
Kita pulang bareng lagi ya. Ketemuan di tempat biasa ya.
Nanti aku kabarin lagi. Okey", ajak Tommy.
Tania marah, kesal, karena terlalu rindu.
Tetapi orang yang di rindukannya tidak menyadarinya.
Berbeda dengan Tommy, dia tidak merindukan Tania, karena dia merindukan Jasmin, BUKAN Tania.
Maka dari itu, Tommy sejenak menghilang dari hidup Tania.
-Alista-
Komentar
Posting Komentar