DEKAT ATAU PUN JAUH, KAU TAK TERJANGKAU...
Karena justru ada beberapa hal,
yang lebih baik bila dilupakan.
Bukan semata karena keterbatasan ingatan,
Melainkan lebih sebagai menjauhkan diri dari sumber kegalauan.
"Tan, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Kamu mau kan?
Besok kamu pulang kerja jam berapa? Kita pergi dulu ya..", ajak Tommy.
"Mau kemana Tom?", aneh.
Ya, tiba-tiba dia datang lagi setelah satu minggu tidak ada kabar.
Hanya untuk mengajak Tania pergi entah kemana.
"Udah gede ini. Kemana kek. Pokoknya ikut aja ya. Nanti juga tau. Okey", jawab Tommy.
=======
Sore itu Tania masih menunggu jam kepulangannya.
Ingin tahu seberapa besar janji Tommy yang mengajaknya bertemu.
Apakah benar dia ingin bertemu.
Sengaja dia menunggunya dalam diam.
Tak ingin berharap.
Tapi cukup menunggu.
Ternyata tepat. Sesuai dengan pembicaraan kemarin.
yang lebih baik bila dilupakan.
Bukan semata karena keterbatasan ingatan,
Melainkan lebih sebagai menjauhkan diri dari sumber kegalauan.
"Tan, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Kamu mau kan?
Besok kamu pulang kerja jam berapa? Kita pergi dulu ya..", ajak Tommy.
"Mau kemana Tom?", aneh.
Ya, tiba-tiba dia datang lagi setelah satu minggu tidak ada kabar.
Hanya untuk mengajak Tania pergi entah kemana.
"Udah gede ini. Kemana kek. Pokoknya ikut aja ya. Nanti juga tau. Okey", jawab Tommy.
=======
Sore itu Tania masih menunggu jam kepulangannya.
Ingin tahu seberapa besar janji Tommy yang mengajaknya bertemu.
Apakah benar dia ingin bertemu.
Sengaja dia menunggunya dalam diam.
Tak ingin berharap.
Tapi cukup menunggu.
"Tan, udah dimana?
Aku tunggu di stasiun biasa ya.
Nanti kamu turun aja.
Aku tunggu di dekat Roti O"
Ternyata tepat. Sesuai dengan pembicaraan kemarin.
"Aku baru mau naik kereta. Tunggu aja disitu."
30 menit berlalu. Tania sebentar lagi akan sampai di stasiun tujuannya. Entahlah, dia masih tidak tahu akan diajak kemana oleh Tommy.
Haruskah Tania menceritakan perkembangan penyakitnya?
Haruskah Tania jujur pada Tommy?
Rasanya tak mungkin.
Ini akan menghancurkan harinya.
Sore itu, tak menyangka Tania ternyata akan dibawa ke sebuah tempat yang membuatnya sangat bahagia.
Dulu Tania pernah berujar, bahwa dia ingin sekali pergi ke sebuah tempat.
Kali ini, Tommy mengabulkannya.
Deburan ombak, dinginnya angin, sejuknya udara sore itu membuat tubuh Tania semakin bergetar.
Dia kedinginan.
Tangan Tommy menghangatkan. Pelukan Tommy membuat Tania tenang. Kepalanya yang terbenam di dalam dada lelaki itu membuatnya semakin luluh. Pertahanan yang dia buat runtuh. Lagi-lagi Tania menaruh harap pada Tommy.
Seharusnya Tania senang dengan hal ini bukan?
Bukankah Tommy mempunyai perasaan yang sama juga seperti Tania?
Kala itu, Tania berbicara dengan perasaan terdalamnya. Sambil berbisik di telinga Tommy, dia mengatakan "Tom, aku sayang kamu. Kamu ga akan tinggalin aku kan?"
"Kenapa kamu punya pikiran gitu?
Apa kamu berpikiran kita akan berpisah?
Apa kamu berpikiran, setelah ini aku akan tinggalin kamu?
Ya ga lah Tan. Aku sayang kamu."
Sekali lagi, sore itu Tania dan Tommy berjalan di pinggir pantai,bertelanjang kaki bersama menikmati senja pergi, menghilang tak terlihat lagi sampai hari berganti menjadi gelap.
"Kita pulang yuk Tan. Sudah malam".
"Tapi aku masih mau sama kamu Tom", jawab Tania.
"aku takut besok kita ga akan bisa ketemu lagi", bisiknya dalam hati.
Kita jalan bersisian kali ini,
Tapi, entah bagaimana
Harapan terasa melarung,
JAUH.....
-Alista-
Komentar
Posting Komentar