C4 & C5

Kamis , 4 oktober 2018 . 

Itu adalah hari dimana Tania & Tommy akan bertemu. 
Setelah pertemuan sebelumnya, selalu gagal karena satu dan lain hal. 


Jam 1 siang itu, Tania sudah bersiap di sebuah restoran siap saji sambil menunggu kedatangan Tommy. 
1 gelas ice coffee sudah masuk ke dalam lambung Tania. 
Kabar kurang menyenangkan diterima. 
Siang itu kemungkinan mereka akan gagal lagi bertemu. 
Apa yang mereka rencanakan akan gagal kesekian kalinya. 


"Tan, aku sampai sekarang belum bisa pulang kerja nih. 
Masih banyak kerjaannya. Gimana dong?", 
isi pesan singkat yang dikirim oleh Tommy. 


Terbesit sedikit kekecewaan dalam hati Tania. 
Karena akhirnya apa yang sudah diharapkan olehnya akan gagal kini. 

"Ya udah ga apa-apa Tom. Next time kita atur waktu lagi aja ya. Tunggu kamu ga sibuk aja". 

Tania meng-iyakan, namun dia kecewa. 

"Kalau agak sorean gimana Tan? Ya ya ya.. Please...", pinta Tommy mengiba. 

"Ga bisa Tom. Kalau kesorean, aku masih banyak kerjaan rumah yang harus aku kerjain. 
Kita atur lain waktu aja ya." 

Tak jauh tempat pelarian Tania selain teater bioskop, yaitu toko buku. Sejak dahulu, Tania memang gemar sekali menghabiskan waktu di toko buku meskipun hanya sekedar numpang baca beberapa lembar novel. Kegemaran membacanya sejak dulu, membuatnya menjadi sosok wanita yang cengeng, terlalu banyak drama alias mendramatisir kehidupannya. Sampai-sampai Tommy pernah menjadi korban drama dalam hidup Tania beberapa waktu yang lalu. 

"Ya udah Tan. Kapan-kapan aja. Tapi, abis ini kamu mau kemana?", tanya Tommy.  

"Aku sekarang masih duduk di St*rb*cks nih. Masih ngabisin ice coffee dulu. 
Sebentar lagi mungkin belok ke Gr*m*d**, ada beberapa buku yang mau aku cari". 


"Ya udah, kamu kabarin aku ya kalau udah mau pulang Tan", lanjut Tommy. 

"Okey Tom" 


Beberapa waktu berselang, Tania masih asik berkeliling di antara buku-buku itu. Masih mencari-cari beberapa buku yang menurutnya sangat menarik. 
Sinopsis buku : "Ini Tentangku, Tentang Masa Laluku" , ini menarik menurutnya : 


Memori selamanya menjadi memori. 
Banyak cerita indah yang aku tulis saat bersamamu. 
Meski, akhirnya harus berakhir. 

Tidak ada cara untuk 
menghilangkan semua ingatan. 
Yang ada adalah hilang ingatan. 

Dan, aku tidak ingin semua
ingatanku tentangmu menghilang. 
Biarlah cerita ini tetap menjadi 
bagian hidupku
dan aku berterima kasih
untuk cerita indah itu. 


Potongan buku ini juga menarik : "Aku Mencintaimu Seluas Ikhlasku Melepaskanmu"

Dari mencintaimu, aku mengerti
bahwa melepaskan menjadi 
bentuk lain dari mencintai


Lalu buku ini juga : "Distilasi Alkena" 

Denganmu, Jatuh Cinta Adalah
Patah Hati Paling Sengaja


Sayang saja, dia tidak mengambilnya, tidak pula membelinya. Hanya cukup dia baca sinopsis diakhir buku. Toh untuk apa juga dia membelinya, karena isinya pasti sesuatu hal yang menyakitkan, membuat patah hati, sedangkan Tania sedang bahagia kini. Begitupula karena seketika dia mendapat pesan singkat dari Tommy. 


"Tan, aku udah bisa pulang nih. Kamu masih disana? Kita jadi nonton ya", lanjut Tommy. 


"Seriusan Tom? Ya udah, nonton film yang kemarin kita bicarain aja ya", Tania kegirangan.  

"Okey. Kamu beliin dulu tiketnya ya. Nanti aku gantiin uangnya", potong Tommy.

"Kamu kira-kira sampai sini jam berapa emang? Iya, nanti aku beliin dulu tiketnya ya. Kalau aku beli yang jam 16.15 kamu keburu ga?"

"Keburu lah Tan. Cepet kok nih. Aku udah jalan ke arah stasiun ya. Kamu tunggu aku. Okey." 


Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Tania segera beranjak dari toko buku tersebut menuju Bioskop yang tadi enggan dia datangi sendirian. Kali ini, dia melangkah gembira menuju kasir. 

"Mba, aku mau film yang di teater 2 ya. Untuk yang jam 16.15, 2 tiket" . 

"Baik mba. 2 tiket ya. Mau duduk dimana? Hijau yang kosong, merah sudah terisi"

"Ini aja Mba. C4&C5" 

Sengaja dia memilih baris yang tidak terlalu atas. Agar pandangannya dengan layar tersebut sejajar.

"Baik Mba. Totalnya delapan puluh ribu rupiah. Mohon di cek kembali. Terima kasih", lalu kasir tadi memberikan tiket yang sudah di beli oleh Tania. 


2 lembar tiket itu sudah ditangan Tania kini. 

2 lembar tiket itu menjadi saksi perjalanan mereka. 

2 lembar tiket itu nanti mungkin akan memudar. 

Tapi tidak dengan kenangan Tania dan Tommy. 



-Alista-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGGS (Semua Gara Gara Sensus)!!!

SGGS 2 (Tak kenal maka tak sayang, kenalan yuuk!)

AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)