GAYUNG BERSAMBUT
Hari demi hari berlalu. Komunikasi antara Tommy Dan Tania semakin intens, meskipun hanya melalui pesan singkat. Tiada celah seharipun untuk sekedar menanyakan atau memberi kabar .
"Berangkaaaat" setiap Tommy ingin berangkat kerja , pasti Tania menerima pesan yang isinya hanya menyatakan bahwa dia akan berangkat kerja. Begitu pula saat Tommy ingin pulang kerja. "Pulaaaaaaaang".
Tak jarang mereka berdua saling menyemangati satu sama lain dalam berbagai macam hal. Pertemuan untuk kesekian kalinya pun agak sulit mereka lakukan, karena terbentur jadwal kerja Tommy yang tidak sama dengan Tania. Tommy terbentur oleh shift.
"Kapan Kita bisa ketemu lagi? Kamu hitung jadwal aku ya" , seru Tommy pada Tania.
"Iya. Nanti aku hitungin dan buatin jadwalnya yaa", Tania menjawab melalui aplikasi pesan singkat itu.
Setelah jadwal siap dibuat oleh Tania, dia melaporkannya kepada Tommy. "Tom, liat deh. Aku kurang kerjaan banget ga sih?"
"Apa sih Tan?" Tommy sambil memperhatikan gambar yang dikirim oleh Tania.
Tania membuat jadwal tersebut sambil merasa konyol. Seperti orang yang hilang kewarasannya karena tertawa sendirian.
"Ini apa sih Tan? Eeh sebentar sebentar. Iyaaaa! Aku tau. Hahahahaha.. Okey. Kita bisa ketemu lagi dan pulang bareng lagi nanti tanggal 4 September ya Tan. Kamu tunggu aku ditempat biasa". Tommy memberi instruksi.
"Tom, kalau aku yang jemput ke kamu gimana?
Kali aja gitu biar bisa lebih lama naik kereta bareng kamunya", Tania menyanggahnya.
"Boleh deh. Lebih bagus begitu".
Dan gayung pun bersambut.
-Alista-
Komentar
Posting Komentar