00.45.00


Hari yang sangat melelahkan bagi Tommy. Shift pagi yang berlanjut lembur untuk menyelesaikan stock list barang-barang inventaris. Hal tersebut rutin dikerjakan oleh Tommy diakhir bulan. 
Sudah tugasnya. Dan Tania tahu akan hal itu.

"Pasti sangat melelahkan bagi Tommy. Kasihan dia. 
Makanya sampai-sampai hari ini dia ga ada kabar juga. 
Di Facebook belum muncul, di WhatsApp juga belum ada.
 Pasti masih sibuk", celetuk Tania.

Setidaknya raut wajah yang terpancar setiap kali mereka pulang bersama, yang dinikmati oleh Tania adalah wajah lelah dari seorang Tommy.

Waktu menunjukkan pukul 22.30, handphone Tania berbunyi, "pulaaaaaaaang". 

Senyuman terukir di bibir Tania. "Iya Tom. Kamu hati-hati dijalan ya. Jangan sampai ketiduran juga ya di kereta. Nanti kalau udah sampai dirumah, jangan lupa makan ya. Bikin teh manis hangat juga. Biar agak enakan perutnya", Tania hampir mengenali sosok Tommy kembali . Lelaki itu hampir sama dengannya. Memiliki urusan kesehatan dengan perutnya, alias sakit maag.

"Iya nih Tan. Aku ngantuk banget. Aku boleh minta tolong? Tolong bangunin aku 45 menit lagi ya dari sekarang. Aku mau tidur. Kebetulan dapet duduk, jadi aku mau tidur aja. Tolong ya Tan", pinta Tommy.

"Iya yaudah kamu tidur ya. Nanti aku bangunin", seru Tania.

Tania dengan langkah cepat memasang timer pada handphone nya. Persis seperti yang diminta oleh Tommy. 45 menit dari pembicaraan terakhir mereka.
30 menit berlalu, Tania mencoba menyibukkan diri agar tak tertidur.
40 menit berlalu, Tania mulai sering menguap.
Tania yang mematikan timer pada handphone nya. 
Menit ke 43 , 44 , 45 Tania menghujani Tommy telfon & pesan singkat agar dia bangun dari tidurnya. 
1 kali , 2 kali , 3 kali Tania mencoba menguhubungi Tommy, tak ada respon juga. 

Tania panik. 

Bagaimana jika Tommy kelewatan? 

Bagaimana jika Tommy tidak bangun juga, apalagi jika dia tidak turun di stasiun tujuannya?

"Tom.."

"Tom..."

"Tom...."

"Tommy....."

"Tommy......."

"Tommy........."

"Bangun......"

"Tommy banguuuun....."

"Awas kelewatan Tommy......."

"Angkat telfon akuuuu......."

"Tommy........."

Sekali lagi Tania mencoba menguhubungi Tommy. Akhirnya lelaki itu bangun juga dari tidurnya.

"Hallo.. Tom, kamu udah bangun?"

"Udah nih Tan"

"Udah dimana Tom? Ga kelewatan kan?"

"Ga nih tan. Untung kamu udah bangunin. Sebentar lagi sampe nih. Ya udah, besok kita lanjut lagi ya. 
Besok kita jadi nonton kan?"

"Iya jadi Tom. Besok aku kabarin ya. Bye"

Akhirnya, Tania terselamatkan.

Dia sudah bisa mulai tidur malam itu dengan tenang.

Tania senang, dirinya merasa bisa diandalkan disaat Tommy membutuhkannya.



-Alista-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGGS (Semua Gara Gara Sensus)!!!

SGGS 2 (Tak kenal maka tak sayang, kenalan yuuk!)

AKU ISTIMEWA Part 7 (Final)