JADWAL TERINDAH
Tak butuh waktu lama bagi Tania untuk mengakrabkan diri kembali dengan Tommy.
Sudah banyak cerita yang dia bagi bersamanya walau hanya dalam pesan singkat, begitu pula Tommy. 13 tahun bukan waktu yang singkat bukan?
Kenangan demi kenangan dia hadirkan kembali, mengingat masa bahagia disaat cinta itu mulai timbul. Entah apa rasanya jika dibilang cinta monyet.
Seperti mengulang memori masa itu, mereka kembali disaat banyak canda, tawa, tangis, penghianatan cinta monyet diantara hubungan mereka.
"Rasa ingin mengulang kembali", gumam Tania dalam hati.
Seperti mengulang memori masa itu, mereka kembali disaat banyak canda, tawa, tangis, penghianatan cinta monyet diantara hubungan mereka.
"Rasa ingin mengulang kembali", gumam Tania dalam hati.
Yang aneh, ada sebuah kalimat yang Tommy ucapkan dan saat itu membuat hati Tania menjadi sangat bahagia.
"Happy birthday ya Tan.. Belum lama kamu habis ulang tahun kan? Belum ganti kan tanggal ulang tahunnya?"
Wow, bagaimana mungkin Tommy masih mengingat tanggal spesial tersebut setelah 13 tahun lamanya mereka tak bersua.
"Lho kok masih inget? Iya makasih ya Tom."
"Iya dong. Kebetulan ultahmu barengan sama ultah temanku."
"Owh..."
"Iya, makanya aku jadi inget kamu terus."
Dan banyak percakapan lain yang akhirnya melahirkan sebuah jadwal.
Tommy berusaha untuk menemui Tania.
Disela-sela waktu sibuk diantara keduanya, mereka mencoba untuk bertemu kembali.
Yakinkah Tania dengan apa yang dilakukannya?
Apakah dia siap untuk melihat Tommy kembali?
Sedangkan bertegur sapa melalui pesan singkat saja sudah membuatnya kegirangan.
Apalagi harus bertemu?
Apa yang harus dilakukannya jika ternyata banyak bintang yang beterbangan diatas kepalanya nanti?
Apa yang harus dia perbuat jika nanti mukanya memerah bagaikan udang rebus karena tak mampu menahan rasa gembiranya.
Aaaah.. Sudahlah, Tania terlalu banyak berkhayal,
hingga membuat detak jantungnya berirama tak seperti biasanya.
Namun, Tania berharap.
-Alista-
Komentar
Posting Komentar