5 tahun
5 tahun yang lalu kita memulai
hari untuk membina sebuah hubungan kramat yang bernama “RUMAH TANGGA”. Awalnya aku
pikir, hubungan ini akan sesederhana seperti hubungan yang sebelumnya.
5 tahun yang lalu kita mengucap sumpah janji setia
sebagai sepasang suami istri yang tak pernah aku ucapkan sebelumnya.
5 tahun yang lalu kita saling
melepas lelahnya drama percintaan selama berpacaran.
5 tahun yang lalu kita bagaikan
raja dan ratu semalam yang sedang berbahagia di tahta itu.
Tapi, disitu aku sadar.
Bahwa 5 tahun yang lalu itu
adalah awal. 5 tahun yang lalu buku dan lembaran baru itu di buka. 5 tahun yang lalu adalah garis mulai.
Sekarang, 5 tahun itu sudah
banyak tertulis cerita, banyak kertas yang sudah dihabiskan untuk cerita
bersama. Banyak garis lurus dan berkelok yang kita lalui. Banyak kertas lurus
mulus tanpa coretan. Banyak kertas lusuh lecak tak tentu bentuk. Banyak tetesan
keringat yang membasahi buku. Banyak tetesan air mata kesedihan dan
kebahagiaan.
Tidak penting.
Memang, hanya sebuah buku.
Tapi ini adalah kisah “KITA”. Ini
adalah cerita panjang kita bersama anak-anak nantinya.
Aku hanya selalu berharap “KITA
SALING”
Saling membawa buku ini bersama,
saling menulisnya bersama, saling menghapusnya bersama.
Mari kita buka lembaran
berikutnya. Kita isi dengan segala coretan cerita kita. Kita mulai cerita
setiap harinya.
Aku sadar, 5 tahun tidak pernah
bisa untuk belajar segala hal. Tentang kamu, tentang anak kita, tentang
memasak, tentang mencuci pakaian, tentang membereskan kasur, tentang membuatkan
bekal, tentang bekerja, tentang mengajarkan mengeja, tentang mengajarkan
menghitung, tentang mengajarkan mengaji, tentang memilih model potongan rambut,
tentang membereskan pakaian, tentang memijat badan.
Tapi tahukah kamu? Ini adalah
cerita kita.
Kita 5 tahun yang lalu dengan
segala ke-egois-an diri kita masing-masing.
Kita 5 tahun yang lalu dengan
segala ambisi.
Kita 5 tahun yang lalu dengan
segala pertarungan hati.
Aku berharap, kamu tak pernah
lelah untuk kita sama-sama belajar. Untuk terus menemani segala sikap
menyebalkanku. Untuk terus mendampingi keterpurukanku. Untuk terus menopangku
dikala terjatuh. Untuk mendengarkanku tertawa terbahak-bahak.
Untuk membasuh
air mataku yang menetes. Untuk terus menyiapkan tinta terbaik untuk menulis
cerita rumit tentang kita.
Selamat 5 tahun pernikahan Yank.
Tetap kuatkan aku dengan do’a-mu
dikala aku lelah dan ingin menyerah.
Maafkan istrimu ini yang tak
sempurna. Banyak menuntut. Banyak menghabiskan uang. Banyak meminta. Banyak
mengeluh. Banyak marah. Banyak mendoakan perubahan kita agar menjadi lebih
baik.
Love,
Alista
Congratulation.......
BalasHapusMakasih sayang love ❤ selalu mah aq buat km, tenang aq selalu siap buat n ada buat kamu buat angel... Maaf yg baru komen sekarang dr tahun 2019...ckckck
BalasHapus